Thursday, November 8, 2012

Pertolongan Pertama Saat Mimisan

Anak sakit Mimisan 
Pertolongan pertama ketika mengalami Mimisan. Mimisan terjadi jika pembuluh darah dalam hidung pecah. bisa karena benturan, akibat bersin, mengorek hidung, dan lain-lain. Penyakit infeksi seperti flu membuat pembuluh darah di hidung lebih rapuh. Perdarahan dari hidung bisa juga terjadi akibat tekanan darah tinggi. Mimisan bisa mengkhawatirkan, tapi berbahaya jika banyak sekali darah yang keluar.
Akan tetapi, jika cairan yang keluar dari hidung tampak jernih dan berair setelah cedera kepala, ini merupakan kondisi serius yang mungkin mengindikasikan cairan serebrospinal tembus dari daerah di sekliling otak. 
Jika anak atau Anda mengalami mimisan. Berikut cara berikan pertolongan pertama saat mimisan

Inilah Pertolongan Pertama Saat Mimisan

  1. Mintalah korban untuk duduk dengan tenang dan kepala menunduk
  2. Ketika mimisan, jangan mendongakkan kepala, sebab darah yang mengalir ke tenggorokan dapat menyebabkan muntah.
  3. Minta anak untuk bernapas melalui mulut (ini juga memberi efek menenangkan) dan jepit hidung tepat di bawah bagian kerad dari hidung. Bantu korban bila perlu.
  4. Mintalah korban untuk bernapas melalui mulut dan menjepit hidungnya di bawah pangkal hidung. Bantulah dia jika tak bisa melakukan itu sendiri. Mintalah dia jangan berbicara, sebab penggumpalan darah dapat terganggu.
  5. Beri dia tisu atau sapu tangan untuk membersihkan darah dari hidung. Anak kecil boleh membungkuk di atas baskom dan meludah ke dalamnya jika itu membantu.
  6. Mintalah korban untuk berhenti menjepit hidungnya setelah 10 menit. Jika perdarahan masih terjadi, ulangi prosedur selama 10 menit dan periksa lagi.
  7. Jika setelah 30 menit korban masih mimisan, bawa pasien ke unit darurat rumah sakit dengan kepala tetap dimajukan.
  8. Bungkukan badan. Jika mimisan telah berhenti, mintalah korban tetap membungkuk. Bersihkan daerah di sekitar hidung secara perlahan. Korban harus beristirahat selama beberapa jam dan tidak boleh bergerak, yang bisa menyebabkan perdarahan terjadi berulang lagi.

No comments:

Post a Comment