Wednesday, October 17, 2012

Tulisan Yang Indah Nur AlfiSyahri

Teruntuknya, si pujangga angin..

Mungkin benang merah kita memang tersimpul sampai titik ini..
Tapi aku tak akan mencabut benang itu dari rajutan kisah diri..
Walau terikat perih,
aku masih menjaga para untai kasih,
sebelum kisah kita terpipih..
Harus kuakui, aku bahagia..
Lebih tepatnya, aku sempat berbahagia masa itu..
Terima kasih sangat atas semangat..
Para semangat yang meriakkan kembali senyum dan tawaku,
saat aku terlilit benang hitam lalu..
Terima kasih atas seluruh kasih..
Maaflah atas salah, atas pisah, dan atas kisah singkat penuh makna ini..

..bisik asa..

asaku terkuliti para rindu yang mencakari dindingnya..
ya..
aku mendengar rintih asa dalam pekat ini..
sekarat..
terluka..dan tersayat oleh rindu pada seraut wajah keriput yang sedari dulu memerankan 'si pencipta gelak'..
aku merasakan sayup hilang kembali meracuni asaku..
....
tidak !!
tentu saja ia tak sudi melihatku dalam balutan keterpurukan atas ketidakmampuanku memeluk asa diri..
sedang ku terus terhujam sepasang mata damai yang masih disisiku dan menanti para waktu yang akan menggandengku untuk mempersembahkan mimpiku, mimpi kami, dalam nyata..

asaku..
juangku kan peluk kau kembali sekalipun teranjau luka dan terpasung duka.....

pada nanti, ku akan mendengar asa berbisik, ''lihat, aku tetap disini..!''
 

''bias HILANG..''

sebenar-benarnya AKU,
hanya takut mengecap lagi akan 'hilang'..
'hilang' rela bunuh euforiaku..
'hilang' jugalah yang sanggup menapaki para waktu..
ya, tak kan ku ingkar !
karena ku tau,
nadi manusia pasti bisa takut untuk 'hilang'..

aku, yang terhimpit 'hilang',
berjuang untuk tak lagi 'hilang',
tidak meng'hilang'kan,
agar tak terkuliti oleh 'hilang'..

''tentang andai''

Langit saat ini pasti menertawakan keberadaan bodohku..
Aku terduduk pada pagi alam Surabaya..
Aku termangu pada coretan masa lalu, yang ingin memandang bersama rupa Jawa..
Ya, ternyata, hanya aku yang tersudut disini sendiri..
Hanya AKU dan aku yang akhirnya melihat bintang-bintang itu..
Otakku terkadang terlalu menjamah hasratnya, yang ingin memutar kembali para waktu..memamerkan seribu mimpi sia yang akan terjadi detik ini..
Angin hanya melirik menghibur penatku.,
bahkan sebenarnya aku tak ingin dipayungi awan sedih..
Tapi suasana disini memaksa sarafku untuk tercampak pada dunia ''lalu''..

Andai.......
Ya, semua tentang andai..
Andai yang sebenar-benarnya andai..
Andai AKU dan yang ''lalu'' itu tidak roboh oleh waktu, pasti ini akan jadi hadiah paling manis dalam memori kami..

By : Nur AlfiSyahri

No comments:

Post a Comment