Wednesday, March 28, 2012

Pandangan Islam Tentang Isa Al-Masih

Berita Kepada Maryam Bahwa dia Akan Melahirkan.
Isa Al-Masih adalah putra Maryam, ia dilahirkan tanpa Bapak dan dijadikan Allah sebagai nabi dan rasul. Untuk mendukung pembuktian kenabiannya Allah memberikan kelebihan-kelebihan kepadanya dalam bentuk mu’jizat. Berkenaan dengan hal tersebut Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran: 45-46.
إِذْ قَالَتِ الْمَلآئِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهاً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٤٥﴾ وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴿٤٦﴾
Artinya :
045. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
046. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh."

Mendapat informasi dari Allah melalui perentaraan malaikat, Maryam merasa tidak percaya bahwa dia akan punya anak, sebab dia belum pernah menikah dan tidak pernah melakukan perbuatan zina, sebab itu dia berucap sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Ali imran : 47.

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Artinya:“Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia“.

Dalam surat Maryam ayat 20 Allah juga berfirman, yang menggambarkan betapa cemasnya hati Maryam yang akan melahirkan seorang putra, padahal dia bukanlah seorang pezina:

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّاً

Artinya :“Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!".

Isa Adalah Seorang Nabi dan Rasul.
Nabi Isa dilahirkan ke dunia ini hanyalah sebagai seorang hamba, dijadikan Allah sebagai Nabi dan diberi kitab ( injil ). Nabi Isa diutus bukan untuk disembah sebagai Tuhan. Allah memberi berkah untuk kehiduannya, dan Allah memerintahkan kepadanya untuk mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan berbuat baik kepada ibu yang melahirkannya. Hal ini ditegaskan sendiri oleh nabi Isa, ungkapan nabi Isa tersebut dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an surat Maryamayat 30-32:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً ﴿٣٠﴾ وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً ﴿٣١﴾ وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً ﴿٣٢﴾
Artinya:
030. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
031. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
032. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
.
Dari firman Allah di atas dapat dipahami bahwa, nabi Isa hanyalah manusia yang dilahirkan tanpa Bapak, diangkat menjadi nabi dan diwajibkan melaksanakan pengabdian kepada Allah sebab dia adalah seorang hamba, bukan Tuhan yang harusdisembah.

Mu’jizat dan Dakwah Nabi Isa.
Sebagai nabi yang diutus Allah, kepada nabi Isa diberikan Allah beberapa mukjizat untuk menopang dakwahnya. Diantara mu’jizat yang diberikan Allah kepadanya seperti yang terdapat dalam firman Allah padasurat Ali Imranayat 49:

وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِ اللّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ والأَبْرَصَ وَأُحْيِـي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللّهِ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya :“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."
Nabi Isa dalam dakwahnya menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang wajib di sembah, dan ajaran yang dia sampaikan adalah merupakan ajaran yang benar untuk di ikuti. Pernyataan nabi Isa tersebut tertuang dalam surat Ali Imran : 51.

إِنَّ اللّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَـذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Artinya :“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".
Nabi Isa Tidak Mati Di salib.

Keyakinan yang ditanamkan kepada ummat islam tentang nabi Isa adalah, bahwa nabi Isa bukanlah mati di salib, sebab Al-Qur’an menyatkan bahwa yang dibunuh dikayu salib adalah seseorang yang wajahnya diserupakan dengan wajah nabi Isa. Bahkan menurut Al-Qur’an, mereka sendiripun berada dalam keraguan tentang apakah yang dibunuh di kayu salib tersebut nabi Isa atau bukan. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat An-Nisa‘ ayat 157-158:  

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً ﴿١٥٧﴾ بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً ﴿١٥٨﴾
Artinya:
157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
MeyakiniNabi Isa Tuhan Adalah Kafir.

Allah SWT. menyatakan, bahwa orang-orang yang memandang dan menjadikan nabi Isa sebagai Tuhan adalah kafir. Hal ini dinyatakan Allah dalam firmannya dalam surat Al-Maidah ayat 17  :

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَآلُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ اللّهِ شَيْئاً إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya :“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“.
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukanlah Tuhan, bahkan menjadi kafirlah orang yang menjadaikannya Tuhan. Di sisi lain Allah membuat argumentasi, andaikan Allah berkehendak untuk membinasakan Isa dan ibundanya Maryam, tidak seorangpun yang mampu untuk menghalanginya, bahkan nabi Isa sendiripun tidak mempunyai kemampuan untuk itu.
Kesimpulan:
1.      Kelahiran nabi Isa adalah merupakan sebagian dari tanda kekuasaan Allah, sebab dia dilahirkan tanpa seorang Bapak.
2.      Maryam sebagai ibu dari nabi Isa, adalah wanita suci yang tidak pernah melakukan perbuatan zina. Kalaupun dia bisa mengandung, itu adalah semata-mata atas kehendak dan kuasa Allah.
3.      Nabi Isa adalah sebagai seorang nabi, bukan tuhan yang wajib di sembah, bahkan nabi Isa sendiri yang menyatakan bahwa dia hanyalah seorang Rasul.
4.      Sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada nabi Isa diberikan Allah beberapa mu’jizat sebagai pembuktian bahwa dia benar sebagai seorang nabi dan rasul.
5.      Dalam keyakinan ummat islam, nabi Isa bukan mati di disalib. Yang disalib orang-orang yang ingin membunuhnya adalah seseorang yang wajahnya diserupakan Allah dengan wajah nabi Isa.
6.      Allah mengangkat derajat nabi Isa kederajat yang tinggi di sisinya.
7.      Ummat islam wajib percaya kepada keberadaan nabi Isa sebagai nabi dan rasul, namun haram atau menjadi syirik hukumnya bila meyakini beliau sebagai Tuhan.
Tulisan ini dibuat dalam kaitan hari libur Nasional pada hari ini………...........!( Jum’at 22 April 2011 ). Semoga memberi pencerahan dalam ‘Aqidah Islamiyah.

No comments:

Post a Comment