Thursday, February 9, 2012

Latihan Mengatasi Gugup Public Speaking

Selalu ada saat di mana seseorang masih dalam tahap belajar bicara di depan umum. Meski sudah baca buku dan ikut pelatihan, tapi kesolidan PeDe juga dipengaruhi oleh jam terbang. Bagi yang masih belajar terbang, berikut ada tiga saran yang manjur:
1. Baguskan slide presentasi Anda
Jika Anda takut beradu pandang dengan audiens, ya jangan tatap matanya; tatap saja wilayah di antara dua matanya. Tapi ada trik lain. Jika slide presentasi Anda bagus, pandangan mata audiens akan tidak melulu tertuju pada Anda. Ini akan membuat Anda jadi lebih berani memandang wajah audiens (yang mungkin nggugupi Anda). Jadi jika Anda masih kagok berpandang mata dg audiens, baguskanlah slide presentasinya; itu akan membuat Anda lebih bernyali bertatap pandang :-)
2. Jangan bicara ke mereka sekaligus; satu per satu saja
Yang barangkali bisa nggugupi Anda adalah ramainya orang. Maka untuk mengatasinya, bicara saja pada beberapa orang dari audiens, SATU PER SATU. Artinya apa? Pilih satu orang di audiens yang berwajah paling friendly (atau cakep menawan, terserah Anda) dan dedikasikan presentasi Anda untuk dia. Anggap saja yang lain tidak sedang menaruh perhatian pada Anda. Lalu alihkan pandangan Anda ke orang lain yang sikapnya juga tak kalah friendly.
Ini sebenarnya bukan kiat yang baik untuk dipelihara. Tapi hei, ini ceritanya kan sedang berlatih.
3. Kata kerja yang berlaku adalah MEMBERI, jangan sibuk mikirin diri sendiri!
Keyakinan yang merusak kala bicara di depan publik adalah menganggap seluruh audiens begitu sibuknya memikirkan diri Anda. Hal seperti ini namanya egois; memikirkan diri sendiri.
Jangan habiskan energi Anda untuk mengkhawatirkan tentang diri sendiri dan bagaimana orang lain menganggap diri Anda. Anda hadir di depan audiens untuk MEMBERI, dan BUKAN untuk MENERIMA (pujian, penghargaan, dst). Maka fokuskan energi Anda untuk memberi —di saat itu— dan tak usah pikirkan baik-buruk yang bakal terjadi nanti. Toh orang-orang audiens juga pada sibuk dengan diri mereka sendiri, tak usah terlalu GeEr menganggap mereka sebegitunya memikirkan tentang Anda.
Saat di depan audiens, Anda harus punya perasaan, “I’ve got nothing to loose.” Terlepas dari apa pun yang terjadi belakangan nanti :-)

No comments:

Post a Comment